Dalamperjalanan kehidupan saya, banyak hal terjadi yang tidak saya mengerti. Namun seorang Pribadi memberikan pengertian yang begitu luar biasa dalam hati saya. Semoga apa yang terjadi di dalam hidup saya ini, bisa berguna bagi banyak orang. Saat kata-kata begitu sulit untuk mengungkapkan segala sesuatu, biar tulisan yang berbicara untuk menjelaskan. This blog is story about my past, my
Iniadalah ilustrasi novel yang ada dalam volume 3. Front cover & insert. Back cover & insert. Page 003. Page 037. "Tepat pada waktunya, kita dapat memiliki Himeji untuk membuktikan kalau gambar-gambar itu sangatlah tidak penting. Apa sudah lega ketika aku mendengar kau mulai menyesal tentang segala sesuatu yang kau lakukan dalam
Orangbesar-besar itu ada waktunya akan kehilangan kebesarannya; nasib tidak dapat ditentukan. Segala sesuatu tentu ada sebab-musababnya. Hujan emas di negeri orang, hujan batu (= keris lembing) Hendaklah selalu beringat tentang segala bahaya dan rintangan ketika melakukan sesuatu pekerjaan. Ingat sebelum kena, jimat (= hemat) sebelum
Pengkhotbah 3:1-13) "ayat 1 : Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun dibawah langit ada waktunya. ayat 11a :Ia membuat se
Wiridagar Mendapatkan Husnul Khatimah. Banyak orang berusaha keras mencari hidup yang baik. Tentu ini penting. Namun, ada yang lebih penting lagi, yakni berupaya agar ia kelak juga meninggal dunia dalam keadaan baik pula. Yang terakhir ini sering tenggelam oleh yang pertama meskipun husnul khatimah (akhir kematian yang baik) menjadi kunci
Prosesterjadinya persepsi dalam buku Bimo Walgito (2004) dapat dijelaskan sebagai berikut. Objek menimbulkan sebuah stimulus, kemudian stimulus akan mengenai alat indera atau reseptor. Perlu kita ketahui pula bahwasanya antara objek dan stimulus itu memiliki makna berbeda, namun pada momen tertentu objek dan stimulus itu dapat dimaknai sama, misalnya dalam hal tekanan.
Ingatlahbahwa sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu. (QS.Fushshilat (41):54) atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir,sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir.
Adawaktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal. Ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari. Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir
123 "Ada dua cara untuk menyebarkan cahaya: menjadi lilin atau cermin yang memantulkannya." - Edith Wharton. 124. "Kamu hanya hidup sekali, tetapi jika kamu melakukannya dengan benar, sekali saja sudah cukup." - Mae West. 125. "Segala sesuatu memiliki keindahan, tetapi tidak semua orang bisa melihat." - Confucius. 126.
AlQuran dan hadits menyarankan umat melakukan Shalawat nabi. "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi " (Qs. 33:56). Ada penjelasan ayat ini dalam catatan kaki Al-Quran No.1230 (Dept. Agama 1978) menyatakan: "Bershalawat jika dari umat Islam/ Mukmin artinya berdoa supaya kepada Nabi Muhammad
Sebaliknyaagar membayar upah buruh tepat pada waktunya, karena sebagai orang miskin ia mengharapkan dan membutuhkan uang itu. Ilustrasi mengenai berkat berbuat baik. Ada sebuah cerita tentang seorang yang menjadi pegawai di sebuah toko di Pattsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat. karunia penglihatan dan bermimpi tentang segala sesuatu
SEGALASESUATU ADA WAKTUNYA Ayat Renungan : Matius 7:15-23. "Pada waktu itulah AKU akan berterus terang kepada mereka dan berkata: AKU tidak pernah mengenal kamu! Dan bila kita perhatikan, saat memberikan pengajaran tentang Kerajaan ALLAH seringkali TUHAN YESUS menyatakan dalam bentuk perumpamaan. Contohnya: perumpamaan tentang seorang
Setelahmembahas panjang lebar tentang kama tanha sekarang waktunya membahas bhavatanha. Ada dua pandangan salah tentang kehidupan manusia. Segala sesuatu berakhir setelah kematian. Inilah pandangan salah yang dibabarkan oleh pertapa Ajita, seorang pertapa yang sangat terkenal dimasa kehidupan Sang Buddha. Ada ilustrasi yang bisa
pKW3V. - Perkembangan zaman selalu diikuti oleh perkembangan teknologi. Selain itu, kebiasaan orang-orang pun akan ikut berubah pula. Jadi jangan heran ketika kamu sering merindukan masa-masa kecil yang hidup tanpa ketergantungan oleh teknologi. Meski fungsinya untuk memudahkan, namun kecanggihannya bikin candu. Perbedaan dunia pada zaman dulu dibandingkan zaman sekarang memang terasa. Namun itu hanya terbayang pada ingatan di kepala saja. Kalau kamu melihat ilustrasi-ilustrasi di bawah ini, dijamin akan semakin merasa bahwa dunia belasan tahun hingga puluhan tahun yang lalu sudah sangat berbeda dibandingkan sekarang. Berikut ini deretan ilustrasi yang menggambarkan kebiasaan yang telah berubah dibanding 30 tahun lalu seperti himpun dari laman brightside, Senin 3/9. 1. Kalau dulu ukuran komputer yang besar, kini ukurannya semakin kecil dan bisa dibawa ke mana saja. Tapi sekarang berganti jadi ukuran manusianya yang lebih besar. Oleh karena terlalu banyak di depan komputer dan lebih sedikit melakukan aktivitas lain. 2. Cinta juga dipengaruhi oleh zaman. Orang-orang dulu akan merasa galau ketika putus cinta. Namun sekarang banyak orang yang lebih memilih melakukan aktivitas-aktivitas lain untuk melupakan kegalauannya tersebut. 3. Pun dengan hubungan rumah tangga. Sebelum adanya teknologi, sepasang suami-istri akan meluangkan waktunya untuk berbincang sebelum tidur. Kalau sekarang ya sibuk dengan ponselnya masing-masing. 4. Nah, kalau bertahun lalu ingin mengambil uang saja harus antri di teller bank. Sekarang tinggal cari ATM juga bisa. 5. Bioskop sekarang nggak melulu di dalam ruangan, bioskop luar ruangan pun ada lho. 6. Dulu para guru harus menulis secara manual di papan tulis. Sekarang tanpa perlu capek menulis, tinggal hidupkan proyektor saja. 7. Bedanya aktivitas masa kecil anak zaman dulu dibanding zaman sekarang. 8. Canggihnya teknologi zaman sekarang, bisa melakukan panggilan video. 9. Ada baiknya singkirkan ponsel saat sedang kumpul keluarga seperti ini. 10. Perbedaan cara kerja karyawan zaman dulu dan zaman sekarang. brl/lin Recommended By Editor 15 Gambar ini tunjukkan sedihnya jadi buaya, mau ngakak tapi kasihan 10 Ilustrasi ini gambarkan permasalahan cewek, makjleb banget Istrinya meninggal, pria ini bikin 10 ilustrasi yang bisa bikin mewek 17 Ilustrasi ini gambarkan kehangatan sebuah keluarga, penuh cinta 10 Ilustrasi gambarkan jika posisi manusia dan hewan ditukar, sadis
Skip to content Segala Sesuatu Ada Waktunya Pengkhotbah 31-15 AT Allah memberikan masa musim dan waktu yang dapat berubah-ubah untuk menyadarkan manusia bahwa manusia terbatas, dan menyadarkan bahwa hidup manusia di bawah kendali Allah. AK Kita harus menyadari bahwa hidup manusia terbatas dan ada kuasa Allah yang tak terbatas yang selalu pegang kendali kehidupan kita. Tujuan Mengingatkan jemaat bahwa Allah pegang kendali atas segala hal yang ada di dunia ini, sehingga sebagai manusia kita harus selalu hidup takut akan Dia. Pendahuluan Kehilangan orang yang sangat kita sayangi tentu bukan hal yang mudah untuk diterima. Apalagi ketika kita harus kehilangan rekan, sahabat, anak, cucu dan saudara yang sangat kita sayangi. Bagi kedua orang tua Daniel bukan sesuatu hal yang mudah untuk menerima seorang anak yang telah mereka besarkan sampai di usianya yang menginjak 23 tahun. Tentu menjadi pukulan telak bagi kedua orang tua Daniel, saudara kita terkasih. Dia seorang anak yang luar biasa di dalam pelayanan. Daniel adalah pribadi yang sering dipandang sebelah mata ketika dia melayani, karena dia melayani sebagai soundman di gereja. Tetapi teladan yang dia berikan melalui komitmen nya di dalam pelayanan. Di saat sudah telampau lelah dengan kegiatan kampus, namun ketika ada tugas pelayanan dia tetap setia untuk melayani dengan kelelahan tubuhnya. Bahkan ketika kita melihat begitu banyak orang yang hadir di dalam ibadah penghiburan di rumah duka sekarang ini, menunjukkan kepada kita betapa kehidupan Daniel sangat berdampak bagi banyak orang. Meskipun dia telah tiada sekarang secara fisik, tetapi warisan keteladanannya selama hidup tetap ada dan akan selalu ada dipikiran setiap kita saudara, rekan, sahabat dan terlebih lagi kedua orang tuanya. Saudara-saudara, kita seringkali tidak dapat mengerti akan ketetapan Tuhan. Seringkali kita berpikir Tuhan jahat ketika kita kehilangan orang yang kita sayangi, karena kita merasa belum siap terlebih lagi ketika kita kehilangan seorang anak yang usianya masih relatif muda. Apa yang harus kita perbuat ketika Tuhan mengizinkan kita untuk kehilangan orang yang sangat kita kasihi? Apakah berhak kita protes akan keputusan Tuhan? Apakah ketika sedang mengalami duka, lalu kita akan berkata Tuhan jahat? Kita harus mengerti bahwa Allah yang pegang kendali atas segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini. Menciptakan kebutuhan pendengar Saudara-saudara apabila kita meyakini bahwa Allah yang pegang kendali akan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini, maka kita tidak seharusnya meragukan Allah dengan kuatir ketika menghadapi permasalahan kehidupan dan dukacita yang sedang kita alami. Tidak berhak kita untuk memprotes segala hal yang Allah izinkan untuk kita alami dulu, sekarang dan sampai kapanpun. Amanat Khotbah Jika demikian, pelajaran apa yang dapat kita peroleh, ketika kita harus kehilangan sahabat kita terkasih, saudara dan anak tersayang kita? Kalimat Peralihan I. Menyadari segala sesuatu ada waktunya Pengkhotbah 31-11 Penjelasan Seringkali kita menganggap Tuhan baik ketika kita menerima kelahiran seorang anak, dapat hadiah mobil, naik kelas, dalam kondisi kesehatan yang baik, dan begitu banyak lagi. Tetapi kita dengan cepat juga akan berkata bahwa Tuhan itu jahat ketika Tuhan ijinkan ada dukacita, terlebih kehilangan orang yang kita sayangi. Di Pengkhotbah 32a dikatakan “Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal,” Kita menjadi manusia yang kurang ajar kepada Tuhan ketika kita berani mengatakan bahwa Tuhan jahat dan tidak mempedulikan hati kita ketika kita sedang mengalami hal yang mendukakan hati kita. Kita seakan memprotes ketetapan Allah di dalam hidup kita. Kita sering kali menganggap Allah sedang mempermainkan hati kita dengan kondisi kehidupan yang dapat berubah dengan cepat dan tidak terduga. Mungkin kita merasa baru satu atau dua hari lalu dapat bercanda bersama dengan Daniel, namun sekarang Daniel telah tiada. Namun itu bukan menjadi alasan bagi kita untuk menyalahkan Tuhan. Kita pasti akan merasakan sesuatu yang berbeda, terutama bagi orang tuanya. Kebersamaan selama 19 tahun tiba-tiba harus terhenti. Orientasi Pengkhotbah 31-11 menjelaskan bahwa segala sesuatu ada waktunya dan semua akan indah pada waktunya. Pengkhotbah 31 mengatakan dengan jelas bahwa “untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.” Kemudian di ayat selanjutnya Pengkhotbah 32-8 dituliskan setiap masa dan waktu yang dapat manusia alami. Kata “masa” di Alkitab King James menggunakan kata “season” yang berarti “musim”. Kemudian ayat 11 mengingatkan kita bahwa segala sesuatu Tuhan tetapkan sejak sebelum kita dilahirkan, dan tentunya segala ketetapannya akan terjadi tepat dan indah pada waktunya. Namun karena kita hanyalah manusia maka sulit bagi kita untuk mengerti apa yang sedang direncanakan Tuhan di dalam hidup kita. Konteks Ilustrasi Di dalam sebuah video ilustrasi seorang istri yang sedang menyampaikan kata sambutan dikematian suaminya. Istri ini menceritakan kejelekan suaminya, seperti suami saya suka mendengkur, suami saya suka kentut, suami saya suka marah. Mungkin saudara sekalian tertawa, tetapi saat itulah saya menyadari bahwa suami saya masih hidup, sekarang saya sudah tidak dapat mendengarkan suara dengkurnya, suara kentutnya, marah-marahnyapun saya tidak dapat lagi dengar. Saya baru menyadari jika segala sesuatu, dari hal menjengkelkan sampai menyenangkan itu tidak selamanya dapat saya rasakan bersama suami saya. Aplikasi Saudara-saudara, demikian juga di dalam kehidupan kita, perubahan setiap hal dari yang sukacita terkadang bisa berubah tiba-tiba menjadi dukacita, tetapi itu manusiawi. Tetapi kita harus segera bangkit dan tidak terpuruk dengan dukacita. Kita harus meyakini bahwa segala sesuatu yang ada di alam semesta ini di dalam kendali Allah, sehingga segala hal yang kita alami ada masanya dan waktunya. Kita tidak dapat memprotes Allah, karena apapun masa dan waktu yang sudah Allah tentukan merupakan kedaulatan Allah yang tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun. Yang perlu kita yakinin adalah semua akan indah pada waktunya. Kita harus dapat bersyukur atas segala keadaan. Kita tidak dapat memaksakan Allah untuk merubah keadaan sesuai keinginan kita, tetapi yang dapat kita lakukan adalah meminta kekuatan dari padaNya untuk dapat menghadapi segala hal di hidup setiap kita. II. Supaya manusia takjub akan Dia Pengkhotbah 313-14 Penjelasan Apa yang terjadi dengan seluruh umat manusia apabila kehidupannya selalu enak dan lancar tanpa ada halangan apapun, tanpa dukacita, tanpa ada masalah, tanpa ada sakit penyakit, tanpa ada kematian? Tentu manusia akan merasa selalu pada zona nyaman dan karena terlalu nyaman menjadi lupa jika hidup setiap manusia ada batasnya. Manusia harus menyadari bahwa masih ada kuasa yang tak terbatas yang pegang kendali atas seluruh dunia ini. Jika manusia hidup dengan tanpa masalah, maka manusia akan lupa diri, merasa tidak ada yang perlu ditakuti, dan akhirnya manusia menjadi lepas kendali dan liar. Jika manusia hidup tanpa ada kematian, maka hidup manusia akan seenaknya dan hilang kendali. Orientasi Alkitab pun menjelaskannya tujuan dari setiap masa dan waktu. Ada waktu berduka yaitu waktu di mana kita harus kehilangan sesuatu, tetapi juga ada waktu untuk bersuka di mana waktu kita mendapatkan sesuatu. Pengkhotbah 31-15 jika kita renungkan sungguh-sungguh nyata di dalam kehidupan ini. Perikop “untuk segala sesuatu ada waktunya” ingin menjelaskan kepada setiap kita bahwa perubahan masa dan waktu adalah manusiawi bagi setiap manusia. Bukan berarti menangis itu berdosa atau selalu tertawa itu berdosa. Namun ayat ini ingin menjelaskan bahwa Tuhan pegang kendali atas setiap hal yang terjadi di dunia ini untuk menyadarkan manusia jika masih ada Tuhan yang pegang kendali dunia ini. Tuhan tidak ingin manusia lupa diri dan menganggap Tuhan tidak ada atau menganggap tanpa Tuhan pun manusia masih dapat hidup. Bahkan ayat 14b memberikan penekanan “…Allah berbuat demikian, supaya manusia takut akan Dia.” Konteks Ilustrasi Setiap kita pasti pernah melewati jalan tol. Apabila kita amati setiap jalan tol pasti ada belokan dan tidak selalu lurus. Setiap orang yang lewat jalan tol tentu tujuannya adalah ingin lebih cepat sampai, sehingga kecepatan kendaraan yang dikendarai dipacu untuk mempersingkat waktu. Setiap orang pasti akan berpikir, coba saja semua jalan tol yang panjang dibuat lurus tanpa ada tikungan sama sekali. Tentu pembuat jalan tol sudah memikirkan tingkat keamanan bagi setiap pengguna jalan tol. Jika jalan tol benar-benar dibuat lurus, pasti tingkat kecelakaan akan lebih tinggi, karena setiap kendaraan akan memacu kendaraan sekencang-kencangnya dan lupa jika tenyata mobilnya sudah melalui batas maksimal kecepatan mobil tersebut. Ketika jalan tol benar-benar hanya lurus juga membuat orang akan lupa diri, bisa saja pengendara menjadi melamun dan akhirnya mengantuk sehingga kemudi kendaraan menjadi tidak terkendali lagi. Aplikasi Kita harus mensyukuri bahwa Allah kita sudah merencanakan kehidupan kita sedemikian rupa supaya kita tidak lupa diri dan semakin tidak terkendali. Kita harus menyadari bahwa hidup kita ada batasnya dan ada kuasa yang tidak terbatas yaitu Allah. Ketika kita kehilangan orang yang kita sayangi yaitu Daniel, kita seharusnya kembali disadarkan bahwa hidup kita sekalian juga suatu saat akan mengalami kematian. Ketika kita mengingat bahwa hidup kita suatu saat juga akan ada akhirnya, maka kita harus selalu siap sedia kapanpun Tuhan akan panggil kita. Jangan sampai ketika Tuhan panggil kita, kita sedang berpaling dari Tuhan. Kita harus selalu sadar bahwa hidup kita di dunia ini ada batasnya. Penutup Ketika kita sedang mengalami dukacita karena kehilangan Daniel percayalah bahwa inilah waktu yang terbaik bagi Allah untuk memanggil Daniel. Kita juga harus selalu sadar bahwa hidup kita di bawah kendali Allah dan suatu saat kita juga akan menghadapi kematian jasmani, sehingga hiduplah selalu takut akan Allah dan jangan melawan akan setiap ketetapan Allah. Pengalaman hidup saya selama kuliah di tahun 2006-2010 membuat saya semakin dekat dan mengenal pribadi Tuhan Yesus. Saya sangat mencintai Tuhan lebih dari apapun karena Tuhan telah mencitaiku teramat sangat. View more posts Post navigation
- Adakah dari kalian yang merasa waktu yang dijalani sekarang ini terasa begitu singkat? Seringkali kita semua mendengar selentingan 'baru juga kemarin Senin, sekarang sudah Senin lagi, nggak kerasa yah?'. Hidup yang serba mudah dan instan kini menjadi budaya baru di berbagai pelosok dunia menjadi salah satu penyebabnya. Segala sesuatu lebih mudah dilakukan dengan bantuan teknologi canggih. Ratusan tahun lalu, handphone hanya ada di khayalan atau science fiksi, tapi sekarang hampir setiap orang memilikinya, bahkan sampai anak-anak. Perubahan-perubahan drastis seperti itu sudah terjadi dan tanpa kita sadari. Seperti dilansir dari Selasa 21/2, ada 12 ilustrasi yang tepat menggambarkan perubahan tersebut dan membuat kita sadar bahwa waktu sudah berjalan begitu cepat. Seperti apa saja? Yuk simak ilustrasinya. 1. Dalam hal pernikahan. 2. Pas PDKT juga. 3. Ketika ingin ketemuan dengan orang terkasih. 4. Mendatangi konser. 5. Seakan dikuasai oleh teknologi. 6. Sekarang, semua 'memori' bisa tersimpan di media sosial. 7. Membuat karya seni. 8. Sekarang kalau ada apa-apa pasti disuruh pakai alat pencarian itu ya? 9. Perbedaan yang drastis ya? 10. Zaman dahulu kelihatan elegan. Kalau sekarang.... 11. Gampang tinggal chat aja kalau sekarang mah. 12. Dulu vs Sekarang-nya bener banget ya? brl/fen Recommended By Editor 15 Ilustrasi dramatis musibah ini dijamin bikin bergidik, serem gan 15 Ilustrasi distopia ini gugah kamu kembali pikirkan masa depan Bumi 10 Ilustrasi kece ini ajak kamu pahami dunia jurnalistik 10 Ilustrasi 'ngegombal' ini bikin kamu meleleh, bisa dipraktikkan nih 10 Ilustrasi ini tunjukkan gaya pesohor dunia dalam dua masa berbeda
Teks dari Kitab Pengkhotbah 31-15 merupakan satu kesatuan perikop yang dibuat oleh ahli Kitab Suci. Di dalamnya termuat nasehat atau kebijaksanaan yang intinya mau mengatakan bahwa "segala sesuatu ada waktunya". Teks ini menggambarkan perkara-perkara yang konkret dan praktis. Di dalamnya mau menekankan bahwa Allah telah mengatur segala sesuatu. Allah menetapkan waktu yang tepat untuk setiap peristiwa. Hal ini mengandaikan manusia mau berserah kepada Allah dan percaya sepenuhnya kepada Allah. Peristiwa yang baik maupun yang buruk merupakan dua hal yang mutlak ada. Hal ini sungguh dimengerti oleh Pengkhotbah. Peristiwa baik dan buruk harus diterima dan dijalani.
ilustrasi tentang segala sesuatu ada waktunya